POSTHUMANISM DAN POST-HUMANISM

1.Posthumanism merujuk pada perspektif filosofis yang menolak pandangan tradisional tentang manusia sebagai pusat alam semesta, dan memandang manusia sebagai bagian dari dunia alam yang lebih luas dan kompleks. Pandangan ini menekankan pentingnya hubungan antara manusia dan lingkungannya, dan mengakui bahwa manusia tidak dapat berdiri sendiri tanpa ketergantungan pada lingkungannya.

“Istilah “post-anthropocentrism” merujuk pada perspektif filosofis atau budaya yang melampaui keyakinan dominan dalam exceptionalism manusia dan mengakui keterkaitan dan nilai dari entitas non-manusia dan lingkungan. Hal ini mengakui bahwa manusia bukanlah pusat alam semesta dan bahwa semua kehidupan di bumi saling terkait dan bergantung satu sama lain. Perspektif ini menekankan perlunya manusia untuk bertanggung jawab atas dampaknya terhadap lingkungan dan untuk bekerja menuju menciptakan hubungan yang berkelanjutan dan adil dengan semua makhluk hidup.”

2.Sementara itu, post-humanism mengacu pada gagasan bahwa manusia dapat bertransformasi menjadi bentuk yang lebih maju atau baru, melalui teknologi atau perubahan evolusi. Post-humanisme menyiratkan bahwa manusia tidak harus berhenti pada bentuk manusia yang sekarang, tetapi dapat mengembangkan kemampuan baru dan meningkatkan kinerja tubuh dan pikiran mereka melalui teknologi dan perubahan evolusi.

Dalam ringkasan, posthumanism menekankan hubungan antara manusia dan lingkungannya, sedangkan

post-humanism mengacu pada kemungkinan manusia bertransformasi menjadi bentuk yang lebih maju atau baru dengan bantuan tehnologi.