NATAL=BUDAYA PAGAN ?

Sebuah Penjelasan yang Jernih dan Berimbang PENDAHULUAN Setiap menjelang Desember, pertanyaan lama kembali muncul di tengah jemaat: “Bukankah Natal itu berasal dari budaya pagan?” Pertanyaan ini sering disertai kegelisahan rohani—seolah-olah merayakan Natal berarti mencemari iman Kristen. Esai ini tidak bermaksud menutup mata terhadap sejarah, tetapi menolong jemaat melihatnya secara utuh, jujur, dan teologis. Jejak Budaya … Read more

IMPIAN YANG HANCUR ?

PENDAHULUAN Ditengah hiruk pikuk dan kegembiraaan Natal, mungkin saat ini Anda sedang berada dalam musim di mana impian-impian Anda hancur. Ketika impian tersebut hancur berkeping-keping, Anda perlu menambatkan diri pada sesuatu yang tidak akan pernah hilang. Atau, lebih tepatnya, Anda perlu menambatkan diri pada Seseorang yang tidak akan pernah melepaskan Anda. Yesus harus menjadi sauh … Read more

LUMRAH WIS PADA TUWO.

“Lumrah Wis Pada Tuwo” — Benarkah Begitu? Menimbang dari Psikologi, Teologi, dan Jalan Keluar Alkitabiah PENDAHULUAN Ungkapan Jawa “lumrah wis pada tuwo”—atau dalam bahasa Indonesia, “lumrah sudah pada tua”—sering dipakai untuk menutup pembicaraan. Biasanya muncul saat seseorang pelupa, sensitif, keras kepala, atau sulit berubah. Kalimat ini terdengar bijak, tapi juga bisa jadi cara halus untuk … Read more

ZAKHARIA BISU:ATEISME DAN TEISME

 Kisah Bisu Zakharia: Debat antara yang Terlihat dan yang Tak Terlihat LUKAS 1: Kisah Zakharia, yang mendadak bisu setelah ragu pada malaikat dan pulih bicaranya setelah patuh menamai anaknya Yohanes, adalah medan pertempuran klasik antara dua cara pandang dunia: Naturalisme (kaum ateis) dan Teisme (Kristen/Plantinga). I.Bagian 1: Pandangan Kaum Ateis (Hanya Mengakui yang Alamiah) Bayangkan … Read more

KETIKA DIREMEHKAN ?

Ketika Diremehkan: Perspektif Psikologi Sosial dan Alkitabiah Diremehkan adalah pengalaman yang menyakitkan. Ketika orang lain meragukan kemampuan kita, mengabaikan kontribusi kita, atau menganggap kita tidak penting, perasaan tersebut bisa mengguncang kepercayaan diri dan mempengaruhi kesehatan mental kita. I.Perspektif Psikologi Sosial 1.Dari sudut pandang psikologi sosial, peremahan sering berakar pada bias kognitif dan stereotipe. Fenomena yang … Read more

MAKNA DIRI PENDETA EMERITUS

Eksistensi dan Makna Diri Pendeta Emeritus: Sebuah Tinjauan Filosofi, Psikologi, dan Teologi PENDAHULUAN Masa emeritus bagi seorang pendeta sering kali menjadi titik persimpangan yang penuh refleksi. Pertanyaan eksistensial muncul: “Apakah saya masih berguna?” atau “Apakah panggilan saya sudah selesai?” Krisis identitas dapat terjadi karena peran publik berkurang, namun justru di sinilah terbuka ruang untuk menemukan … Read more

AKU TIDAK AKAN MENGHAPUS NAMANYA

EKSPOSISI WAHYU 3:5 DAN 22:19 Eksposisi Wahyu 3:5 “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih… dan Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan…” Latar dan makna teks Wahyu 3:5 muncul dalam surat kepada jemaat di Sardis, gereja yang “kelihatannya hidup, tetapi sebenarnya mati” (Why. 3:1). Janji ini ditujukan kepada “yang menang” (ho nikōn)—istilah khas … Read more

TANTANGAN PENDETA EMERITUS

Tantangan Pendeta Emeritus: Menapaki Masa Lanjut dengan Iman dan Makna Menjadi pendeta adalah panggilan seumur hidup. Namun, ketika seorang hamba Tuhan memasuki masa emeritus, tantangan baru muncul yang sering kali tidak kalah berat dibandingkan masa aktif pelayanan. Masa ini bukan sekadar “pensiun,” melainkan transisi menuju peran baru dalam tubuh Kristus dan masyarakat. Berikut lima tantangan … Read more

MENGOLAH KERENTANAN HIDUP

Menemukan Cahaya di Titik Terendah: Seni Mengolah Kerentanan Hidup PENDAHULUAN Hidup tidak pernah sepenuhnya ramah. Kita semua, tanpa terkecuali, akan sampai pada suatu titik di mana dunia seolah berhenti berputar demi memberi ruang bagi rasa sakit. Ada fase jatuh yang begitu dalam, hingga kita merasa kecil, lemah, dan kehilangan harga diri. Titik terendah ini sering … Read more