TINDAKAN YANG SIA SIA

Seri 3: Tindakan yang Sia-sia Dalam “Waiting for Godot”, karakter Vladimir dan Estragon menghabiskan waktu mereka melakukan berbagai tindakan kecil yang terasa sia-sia. Mereka mencoba melepas sepatu, memakan wortel, atau berbicara tentang cerita-cerita yang berulang. Bahkan ketika mereka bertemu dengan karakter lain seperti Pozzo dan Lucky, interaksi mereka terasa seperti tontonan yang absurd dan tanpa … Read more

MENJAGA KETENANGAN DI TENGAH GEJOLAK DI INDONESIA

Menjaga Ketenangan di Tengah Gejolak: Panduan untuk Indonesia yang Damai PENDAHULUAN Indonesia tengah mengalami masa yang menguji kebersamaan kita sebagai bangsa. Sejak 25 Agustus hingga awal September 2025, gelombang demonstrasi yang awalnya dimaksudkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat, telah berkembang menjadi situasi yang mengkhawatirkan dengan terjadinya penjarahan dan kerusuhan di berbagai kota. Dalam momen seperti ini, … Read more

PERCAKAPAN YANG HAMPA

Seri 2: Percakapan yang Hampa Dalam drama “Waiting for Godot”, percakapan antara Vladimir dan Estragon sering kali terasa hampa. Mereka berbicara tanpa tujuan, melontarkan kalimat-kalimat yang berulang dan sering kali tidak nyambung. Mereka membahas hal-hal sepele seperti sepatu yang kekecilan atau cerita tentang mimpi buruk, bukan karena mereka memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan, melainkan … Read more

PENANTIAN YANG TAK BERUJUNG

Seri 1: Penantian yang Tak Berujung Penantian. Kata ini memiliki resonansi yang berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, penantian adalah waktu untuk refleksi, kesempatan untuk tumbuh. Bagi yang lain, ia adalah siksaan, sebuah lubang kosong yang menguras energi. Dalam drama “Waiting for Godot”, penulis Samuel Beckett secara brilian menggambarkan esensi penantian melalui dua karakter … Read more

KEHENINGAN YANG KUDUS

Renungan 6: Keheningan yang Kudus 1 Raja-raja 19:12 “Dan setelah gempa bumi itu datanglah api. Tetapi TUHAN tidak ada dalam api itu. Dan setelah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Dan TUHAN ada dalam bunyi angin itu.” Dunia digital tidak pernah sepi. Notifikasi tanpa henti, berita viral yang memancing emosi, narasi politik yang memecah … Read more

TRANSAKSIONAL VS RELASIONAL

Renungan 5: Transaksional vs Relasional Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Era digital sering membuat hubungan kita menjadi transaksional. Follow for follow, like for like, bahkan dalam doa: “Tuhan, jika Engkau beri A, aku akan lakukan B.” Ini adalah agama konsumeris—hubungan berbasis pertukaran. Ayub … Read more

KONSUMEN VS CIPTAAN

Renungan 4: Konsumen vs Ciptaan Ayub 1:21 “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Budaya konsumerisme mengajarkan kita bahwa pelanggan adalah raja. Kita berhak komplain jika tidak puas, menuntut ganti rugi jika dirugikan. Tanpa sadar, sikap ini terbawa dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ayub kehilangan segalanya dalam sekejap—harta, anak-anak, kesehatan. Namun responsnya mengejutkan: … Read more

POLITIK TUHAN VS TUHAN POLITIK

  Pendahuluan Di dunia modern, politik sering kali menjadi ruang yang penuh dengan perebutan kuasa, kepentingan, dan strategi. Namun, di dalam iman Kristen, kita juga mengenal istilah “Politik Tuhan” yang sering dikontraskan dengan “Tuhan Politik.” Keduanya tampak mirip, tetapi memiliki arah dan makna yang sangat berbeda. Membandingkan keduanya menolong kita memahami bagaimana seharusnya orang percaya … Read more

MEMBANGUN KOTA ,MEMBACA HATI.

Ayat Bacaan: Kejadian 4:17 “Lalu Kain bersetubuh dengan istrinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan menamai kota itu Henokh, menurut nama anaknya itu.” Kisah Kain mendirikan kota Henokh menjadi pelajaran berharga tentang motivasi di balik setiap karya manusia. Sebagian penafsir menyoroti bahwa Allah menghendaki Kain menjadi seorang pengembara … Read more

HOAKS VS KEBENARAN TUHAN

Renungan 2: Hoaks vs Kebenaran Tuhan Ayub 38:4-5 “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Beritahukanlah, jika engkau tahu!” Era digital membanjiri kita dengan informasi, termasuk hoaks. Kita terbiasa memilih informasi yang cocok dengan selera, menciptakan ruang gema yang memperkuat bias kita. Bahayanya, kita mulai memperlakukan firman Tuhan dengan cara yang sama. Seperti Ayub … Read more