KRISTUS SEBAGAI OBYEK DAN SUBYEK TEOLOGI

SERI 9 KRISTOLOGI

Konsep “Kristus sebagai Subjek dan Objek Teologi” adalah gagasan yang sangat penting, terutama dalam teologi Karl Barth. Ini menyoroti peran sentral Kristus dalam seluruh kegiatan teologis.

  1. Kristus sebagai Objek Teologi:
  • 1.1.Ini adalah cara yang lebih tradisional untuk melihat Kristus. Dalam hal ini, Kristus adalah “apa” yang dipelajari dan dibicarakan oleh teologi.
  • 1.2.Teolog menyelidiki kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Kristus. Mereka mempelajari peran-Nya dalam sejarah keselamatan, hubungan-Nya dengan Allah Bapa, dan makna karya penebusan-Nya.
  • 1.3.Banyak teolog sepanjang sejarah Kristen telah melihat Kristus sebagai objek teologi dalam arti ini. Mereka berusaha untuk memahami dan menjelaskan Kristus melalui penyelidikan Alkitab, tradisi gereja, dan pemikiran rasional.

 

  1. Kristus sebagai Subjek Teologi:
  • 2.1.Di sinilah letak penekanan unik Barth. Barth menyatakan bahwa Kristus bukan hanya objek yang kita pelajari, tetapi juga “siapa” yang berbicara kepada kita dan memungkinkan kita untuk mengenal Allah.
  • 2.2.Kristus, melalui Roh Kudus, secara aktif terlibat dalam proses teologis. Dia menerangi pikiran kita, membukakan kebenaran tentang Allah, dan membimbing kita ke dalam pemahaman yang lebih dalam.
  • 2.3.Dengan kata lain, teologi yang sejati bukanlah sekadar upaya manusia untuk memahami Kristus, tetapi juga respons terhadap wahyu diri Kristus sendiri.
  • 2.4.Barth percaya bahwa Allah menyatakan diri-Nya secara unik dan definitif dalam Yesus Kristus, dan bahwa kita tidak dapat mengenal Allah di luar perjumpaan dengan Kristus.

 

3.Apakah Teolog Lain Hanya Melihat Kristus sebagai Objek Teologi?

Tidak sepenuhnya. Banyak teolog sebelum dan sesudah Barth mengakui peran penting Kristus dalam wahyu dan pengetahuan tentang Allah. Namun, penekanan dan formulasi Barth sangat khas.

  • 3.1.Tradisi Reformed: Teolog Reformed sebelumnya, seperti Yohanes Calvin, menekankan peran Kristus sebagai mediator dan wahyu Allah. Namun, Barth mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dengan menekankan Kristus sebagai subjek yang aktif dalam setiap aspek teologi.
  • 3.2.Teologi Liberal: Teologi liberal abad ke-19 cenderung menekankan pengalaman manusia dan akal budi sebagai dasar pengetahuan tentang Allah, yang seringkali mengesampingkan peran aktif Kristus dalam wahyu. Barth menentang kecenderungan ini dengan menegaskan kembali Kristosentrisme radikal.
  • 3.3.Teologi Kontemporer: Banyak teolog kontemporer dipengaruhi oleh Barth dan mengakui pentingnya Kristus sebagai subjek. Mereka mungkin menekankan berbagai aspek, seperti peran Roh Kudus dalam membawa kita kepada Kristus, atau pentingnya perjumpaan eksistensial dengan Kristus dalam pengalaman iman.

Kesimpulan:

Sementara semua teologi Kristen mengakui Kristus sebagai objek penting dari studi, Barth secara unik menekankan Kristus sebagai subjek yang hidup dan aktif yang mengungkapkan diri-Nya dan memungkinkan kita untuk mengenal Allah. Pandangan ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap bagaimana teologi dilakukan dan dipahami. Ini bukan hanya tentang kita yang mencari Kristus, tetapi tentang Kristus yang mencari kita dan menyatakan diri-Nya kepada kita.