EMPAT SYARAT

3.23. TENTANG EMPAT SYARAT UTAMA BAGI KETENTERAMAN JIWA YANG BESAR G.: AnakKu, sekarang Aku akan mengajarkan kepadamu jalan damai dan kebebasan sejati. M.: Lakukanlah, Tuhan, apa yang Engkau katakan; karena aku suka mendengarkannya. G.: Berusahalah kamu, anakKu, lebih baik menjalankan kehendak orang lain daripada kehendakmu sendiri. Pilihlah selalu lebih suka mempunyai kurang daripada lebih. Ambillah tempat … Read more

KEBAIKAN ALLAH

3.22. TENTANG MENGENANG-NGENANGKAN KEBAIKAN ALLAH YANG BERLIPAT-LIPAT M.: Bukalah, ya Tuhan, hatiku untuk hukumMu, dan ajarilah aku berjalan menurut perintahMu. Perkenankanlah aku mengerti kehendakMu dan merenungkan kedermawananMu dengan penghormatan yang besar dan renungan yang tekun; baik pada umumnya, maupun pada khususnya, agar kelak aku dapat mengucapkan terimakasih untuk semua itu dengan pantas. Memang aku mengerti dan … Read more

KETENTRAMAN DALAM ALLAH

3.21. BAHWA ORANG HARUS MENCARI KETENTERAMAN DALAM ALLAH MELEBIHI BENDA-BENDA DAN KARUNIA M.: Jiwaku, di atas segala sesuatu dan dalam segala sesuatu kamu harus menemukan tempat istirahat pada Tuhan, karena Tuhanlah tempat istirahat abadi orang-orang kudus. Ya Yesus, yang Maha Manis dan Maha Kasih, perkenankanlah aku menemukan istirahat tenteram dalam DiriMu di atas semua makhluk, melebihi … Read more

KELEMAHAN DIRI

3.20. TENTANG MENGAKUI KELEMAHAN DIRI SENDIRI DAN SOAL KESENGSARAAN HIDUP DI DUNIA INI M.: Tuhanku, terhadap diriku sendiri aku akan mengakui kesalahanku; kepada Dikau aku akan mengakui kelemahanku. Sering hal yang remeh saja yang mengecilkan dan menyedihkan hatiku. Aku berniat bertindak tegas; tetapi baru datang percobaan kecil saja, aku telah merasa amat tertekan. Kadang-kadang soal amat … Read more

MENDERITA

3.19. TENTANG SABAR MENDERITA NISTAAN-NISTAAN DAN SIAPA YANG AKAN TERNYATA SABAR G.: Apakah yang akan kamu katakan, anakKu? Berhentilah mengeluh dan renungkanlah kesengsaraanKu dan kesengsaraan orang-orang kudus lainnya. Kamu belum pernah menentangnya dengan bermandikan darah (Ibr: 12.4). Penderitaanmu sungguh sangat sedikit sekali, jika dibandingkan dengan kesengsaraan para suci yang begitu banyak, dengan percobaan-percobaan mereka yang begitu … Read more

KESENGSARAAN

3.18. BAHWA ORANG HARUS MENANGGUNG DENGAN TABAH HATI KESENGSARAAN SEMENTARA MENURUT TELADAN KRISTUS G.: AnakKu, Aku telah turun dari surga untuk keselamatanmu; duka nestapamu telah Kudukung di atas pundakKu, tidak karena terpaksa, melainkan karena terdorong oleh cinta kasih, agar kamu belajar sabar dan menderita kesengsaraan sementara tidak dengan segan. Karena sejak saat kelahiranKu hingga kematianKu di … Read more

MENYERAHKAN

3.17. BAHWA KITA HARUS MENYERAHKAN SEGALA KEREPOTAN KEPADA ALLAH G.: AnakKu, biarkanlah Aku memperlakukan kamu menurut apa kemauanKu: Aku tahu apa yang berguna bagimu. Kamu berfikir sebagai manusia: kamu menilai berbagai soal sesuai dengan kecenderungan bisikan manusiawi. M.: Tuhanku, benar apa yang Engkau katakan. PerhatianMu terhadap aku adalah lebih besar daripada segala pikiran yang dapat kucurahkan … Read more

HIBURAN SEJATI

3.16. BAHWA HIBURAN SEJATI HANYA DAPAT DICARI DALAM TUHAN M.: Segala apa yang dapat kuinginkan dan kupikirkan untuk hiburanku, tidak kuharap-harapkan di sini, melainkan di akhirat. Karena walaupun aku sendiri mempunyai segala hiburan keduniawian dan meskipun aku dapat merasakan segala kenikmatan, sudah pasti, bahwa itu tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, jiwaku, engkau tidak akan … Read more

BERSIKAP

3.15. BAGAIMANA ORANG HARUS BERSIKAP DAN MENGUCAP PADA SEGALA APA YANG DIHARAPKAN G.: AnakKu, katakanlah dalam menghadapi segala sesuatu: Tuhanku, kalau Engkau berkenan, biarlah terjadi demikian. Tuhanku, kalau berguna untuk kehormatariMu, biarlah terjadi atas namaMu. Tuhanku, kalau Engkau tahu, bahwa itu berguna untukku dan menguntungkan aku, perkenankanlah kiranya aku menggunakannya untuk kehormatanMu. Tetapi bila Engkau mengetahui, … Read more

PUTUSAN GAIB

3.14. BAHWA KITA HARUS MERENUNGKAN PUTUSAN GAIB ILAHI AGAR TIDAK MENJADI SOMBONG ATAS PEKERJAAN KITA YANG BAIK M.: Seperti gerdam guntur putusanMu mendentum di atasku, ya Tuhan; segenap tulangku Engkau hantam dengan takut dan ngeri dan jiwaku gemetar karena terkejut. Aku hancur keheranan, serenta melihat, bahwa langit masih nampak kurang bersih di hadiratMu. Kalau Engkau masih … Read more