KETIKA MANUSIA TIDAK MAU JADI TUA

KERAKUSAN ONTOLOGIS: KETIKA MANUSIA TIDAK MAU MENJADI TUA   I.Ketika Cermin Mulai Berbicara Ada suatu masa ketika kita bercermin dan melihat wajah yang kita kenal. Kemudian perlahan-lahan muncul kerutan, rambut memutih, kulit mengendur, langkah tidak lagi secepat dahulu. Cermin yang dahulu hanya menunjukkan wajah, sekarang seolah-olah memberitahu kita: engkau sedang menjadi tua. Manusia kemudian mulai … Read more

KEFANAAN DAN KEKEKALAN

Antara Kefanaan dan Kekekalan: Membaca Ulang “Renungan Hayat dan Wafat” dari Perspektif Reformed Esai Yudi Latif di postingan FB dengan judul Renungan Hayat dan Wafat   adalah rangkaian permenungan yang indah dan jujur tentang kematian. Ia merangkai kebijaksanaan Socrates, Marcus Aurelius, Nietzsche, Camus, Rilke, Seneca, Tagore, dan Kierkegaard menjadi satu nasihat: hiduplah sungguh-sungguh sebab waktu terbatas. … Read more

DOA BAGI PASIEN KANKER

Doa bagi Pasien Kanker: Perbandingan Perspektif Reformed dan Pentakosta-Karismatik I. Titik Berangkat yang Berbeda Ketika seorang pasien kanker didoakan, tampak seperti tindakan yang sama—doa dipanjatkan, tangan mungkin diletakkan, harapan disampaikan. Namun di balik tindakan yang serupa itu, terdapat dua kerangka teologis yang berbeda secara mendasar: tradisi Reformed dan tradisi Pentakosta-Karismatik. Perbedaan ini bukan sekadar soal … Read more

KERAKUSAN ONTOLOGIS

 KETIKA MANUSIA TIDAK PUAS MENJADI CIPTAAN   I.Bukan Sekadar Ingin Memiliki Lebih Banyak Kita biasanya memahami kerakusan sebagai keinginan memiliki lebih banyak: lebih banyak uang, makanan, rumah, jabatan, kekuasaan, atau barang. Tetapi ada bentuk kerakusan yang jauh lebih dalam. Saya menyebutnya “kerakusan ontologis” (ontological greed). Istilah ontologis berasal dari ontology, yaitu cabang filsafat yang membicarakan … Read more

MEMBUKTIKAN ALLAH ?

Ketika Allah Diminta Membuktikan Diri-Nya: Jawaban Reformed bagi Skeptisisme Ateis   I.Latar Persoalan Seorang penanya datang kepada seorang pendeta gereja Reformed dengan pertanyaan yang tampak sederhana namun menggugat: “Buktikan bahwa Allah itu ada.” Ia menuntut pembuktian sebagaimana orang membuktikan benda, kejadian, atau fakta alam — sesuatu yang dapat ditimbang, diukur, atau dilihat dengan mata biasa. … Read more

ANALISA DEMO 27 AGUSTUS 2026

TINJAUAN FILOSOFIS  I.Catatan Peristiwa: Gelombang di Jalan Gatot Subroto 1.Kamis, 27 Agustus 2026, ruang publik Jakarta kembali diguncang oleh gelombang massa yang memadati kawasan depan Gedung DPR/MPR RI. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari aliansi warga daerah seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) hingga aliansi mahasiswa dan buruh, turun ke jalan membawa aspirasi mendesak. Tuntutan utama … Read more

ESKATOLOGI 3-PARA TEOLOG_FILSUF

 Esai III: Para Pemikir di Persimpangan Jalan — Menelusuri Jejak Para Teolog Inkarnasi dan Eskarnasi   Pendahuluan: Ketika Para Pemikir Membaca Zaman Perdebatan mengenai apakah manusia harus merawat tubuhnya (inkarnasi) atau melarikan diri menjadi gagasan abstrak dan data (eskarnasi) bukanlah gagasan yang muncul tiba-tiba. Di balik diskursus ini, terdapat deretan filsuf dan teolog yang telah … Read more

MENJADI KAYA_3 JALAN ?

Persimpangan Tiga Jalan: Ketika Pikir, Doa, dan Kedaulatan Bertemu di Meja Kerja PENDAHULUAN Di atas meja kayu tua yang sarat dengan jejak masa lalu, tiga lembar cermin kehidupan seolah dibentangkan bersamaan. 1.Di satu sisi, berdiri sebuah buku bersampul klasik karya Napoleon Hill, Think and Grow Rich, yang menawarkan kunci rahasia potensi pikiran. 2.Di sisi lain, … Read more

KEHENDAK BEBAS: JOHN CALVIN DAN SAM HARRIS

Rebutan Kemudi Hidup — Renungan Singkat Pendahuluan Pernahkah Anda bertanya-tanya di pagi hari: apakah Anda benar-benar bebas memilih, atau ada kekuatan lain yang telah mengaturnya sejak awal? Pertanyaan tentang kehendak bebas ini telah menggelisahkan para pemikir selama berabad-abad. Bayangkan sebuah ruang tunggu imajiner, tempat John Calvin—reformator abad ke-16—dan Sam Harris—ilmuwan saraf masa kini—duduk bersama untuk … Read more

BERJALAN KAKI DI ALAM

Berjalan Kaki di Alam: Ruang Sunyi Tempat Allah Menyentuh Jiwa REFLEKSI KEHIDUPAN HENRY DAVID THOREAU 1.Langkah itu dimulai dengan perlahan. Henry David Thoreau meninggalkan jalanan kota Concord, menyusuri tanah berumput yang masih basah oleh embun pagi. Di hadapannya, hutan ek berdiri seperti katedral alami—sunyi, teduh, dan penuh misteri. Setiap kali ia berjalan, Thoreau merasa seolah … Read more