BAHAGIA 7

Namun seorang G.K. Chesteron, dalam karya terbesarnya, “Heretic”, menyambungnya demikian.. “kebahagiaan adalah misteri layaknya agama, dan seharusnya tidak pernah bisa dicari-cari alasannya”. Selanjutnya, tokoh reformasi ternama, John Calvin dalam karyanya “Institutio”, dengan gamblang dan tanpa embel-embel menegaskan bahwa: “Kebahagiaan utuh adalah mengenal Tuhan “. Menyambung ungkapan-ungkapan bahagia di atas, dalam karya kitab Amsal editan dari … Read more

BAHAGIA 6

Seperti sebuah pepatah Cina mengatakan bahwa: “Orang yang paling berbahagia adalah orang yang waktu dia lahir, semua orang tertawa dan hanya dia yang menangis, dan waktu ia meninggal semua orang menangis dan hanya dia yang tertawa”. Sang filsuf Aristoteles, juga menyatakan dalam karyanya, “Nichomachean Ethics”, bahwa: “Kebahagian tergantung pada diri kita sendiri”. Seorang Alexei Tolstoy … Read more

BAHAGIA 5

Kebahagiaan tidak tergantung pada hal-hal yang berbau materialisme, seperti: kemewahan, jabatan, gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa kesenangan pada hidup). Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti seseorang memiliki orang-orang yang penting di dalam hidupnya (meskipun cinta kasih dan kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan, tetapi juga sebaliknya). Kebahagiaan juga tidak tergantung … Read more

BAHAGIA 4

Meminjam sepenggal kalimat bijak sang Rumi,…”Kita mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher kita sendiri.” Ini pun sama artinya ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana letak “kebahagiaan” tersebut, kecuali ada dalam diri kita sendiri! Bagaimana mungkin seseorang akan bahagia, jika … Read more

BAHAGIA 3

Pertanyaan selanjutnya, sudah berapa banyakkah tindak kekerasan yg timbul akibat kebahagiaan itu? Ya, tidak sedikit orang dalam kehidupan ini, selalu berusaha mencari kebahagiaan dengan cara mengorbankan kebahagiaan sesamanya. Untuk membahagiakan dirinya, orang tidak segan-segan saling melukai, menyakiti, hingga menghabisi apa yang harus dihabisi. Akhirnya, kebahagiaan itu semakin liar dan sulit untuk ditemukan. Bahkan ironisnya, tidak … Read more

BAHAGIA 2

Seorang tokoh pada abad pertengahan, Martinus dari Biberach, pernah berucap dengan lantang… “Aku datang-entah dari mana, aku ini-entah siapa, aku pergi-entah kemana, aku akan mati-entah kapan, aku heran bahwa aku gembira”. Dari penggalan ungkapan ini, dapat dipahamai bahwa, tidak ada satu sudut pandang manapun yang sepenuhnya benar dan lengkap, sehingga dapat menangkap keseluruhan imaji dari … Read more

MOVE ON

MOVE  ON Lukas:            4:1-13 PENDAHULUAN. Para peraih medali di dipesta oleh raga Olimpiade. PERTEMPURAN DI PADANG GURUN. Tiga kali berturut turut Yesus keluar sebagai pemenang dari serangan si iblis. PENUTUP. Biarlah pada masa Pra Paskah dan perayaan Paskah tahun ini kita coba untuk menghayati dan merayakan kemenangan demi kemenangan Tuhan Yesus dalam pertempuran rohani.

BAHAGIA 1

Tertawa itu bahagia. Kita bisa tertawa, ketika hati dan akal terasa bahagia (senang). Itulah kebahagiaan dalam level sederhana. Ya, kebahagiaan memang sederhana, tapi tak mudah disederhanakan. Kebahagiaan itu harmoni, namun tidak mudah pula diharmonisasikan. Bahkan kebahagian itu kenyataan, tetapi sulit juga untuk dinyatakan. Mengapa demikian? Tentu saja, demikianlah adanya. Jika sebuah pertanyaan dilontarkan, siapakah orang … Read more

ISLAM PRIBUMI DAN PURITAN

ISLAM PRIBUMI DAN ISLAM PURITAN:  (lanjutan) Ikhtiar Menemukan Wajah Islam Indonesia Berdasar Proses Dialektika Pemeluknya dengan Tradisi Lokal Umma Farida Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus Email: mafarahman@gmail.com https://media.neliti.com/media/publications/61331-ID-islam-pribumi-dan-islam-puritan-ikhtiar.pdf 1.Pandangan Islam Puritan  jelas berbeda dari apa yang diyakini Islam Pribumi yang menyebutkan bahwa Islam tidak lahir dari ruang dan lembaran kosong. Menurutnya, Islam yang ideal … Read more

ISLAM PURITAN

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus Email: mafarahman@gmail.com https://media.neliti.com/media/publications/61331-ID-islam-pribumi-dan-islam-puritan-ikhtiar.pdf Islam Puritan 1.Islam Puritan ini menjadi wajah lain dari masyarakat Islam Indonesia yang dipelopori oleh Abdurrauf Singkel dan Muhammad Yusuf al-Makassari pada abad ke-17. Wajah Islam yang dikenalkan oleh dua ulama ini bercorak puritan dan menganggap bahwa bentuk keberagamaan Islam yang paling benar dan ideal adalah … Read more