RADIKALISME AGAMA

4.RADIKALISME AGAMA Radikalisme agama adalah pembenaran dalam melakukan kekerasan atas nama agama. Alasan ini tentu tidak terlepas dari adanya sikap fanatis dan fundamentalis,  yang tinggi dan tidak terkendali. Sikap fundamentalis ini dihubungkan dengan dua sikap yang sangat mencolok yaitu sikap ekstrimis dan sikap puritan yang bertumpu pada pemurnian agama. Fundamentalisme dicirikan sebagai pembelaan dan kesetiaan … Read more

EKSKLUSIF ATAU UNIVERSAL

3.EKSKLUSIF ATAU UNIVERSAL Pada awalnya agama-agama bersifat eksklusif dengan memahami bahwa Allah yang dikenalnya saja yang benar dan yang lain adalah palsu. Wawasan keagamaan yang sempit ini berkembang cukup lama dan pandangan ini gagal melihat bahwa dalam agama lain pun ada sesuatu yang baik, artinya Yang Ilahi juga berkarya pada sesuatu yang baik di agama … Read more

SUMUR DAN AIR BAWAH TANAH

2.SUMUR DAN AIR BAWAH TANAH Yang Ilahi itu adalah sumber segala kebaikan. Knitter menyebutkan bahwa hubungan antara Yang Ilahi dengan agama-agama adalah ibarat analogi sumur dan air bawah tanah yang menjadi sumber atas semua air yang ada di permukaan. Sumur adalah agama dan mata air bawah tanah adalah Yang Ilahi, yang dari padaNya semua asal … Read more

ALLAH YANG UNIVERSAL

1.ALLAH YANG UNIVERSAL Allah adalah Dia yang universal dan tidak dapat dipahami dan dibahasakan. Manusia hanya dapat mengenal Allah jika Dia yang agung itu berkenan menyatakan diri dalam dunia. Meskipun Dia menyatakan diri tetap saja karena keterbatasannya, manusia tidak akan bisa memahami Dia secara utuh. Manusia tidak mengetahui apa-apa tentang Allah tanpa inisiatifNya dalam anugerah … Read more

DIMENSI KEBER-AGAMA-AN

DIMENSI KEBER -AGAMA -AN Berkaitan dengan kata “beragama” itu, C.Y. Glock & R. Stark dalam American Piety: The Nature of Religious Commitment (1968) menyebutkan lima dimensi keberagaamaan; belief dimension, ritual dimension, consequential dimension, experiential dimension dan knowledge dimension. Dimensi-dimensi keberagamaan, a.Aspek Keyakinan (Religious belief) merupakan penerimaan individu pada hal-hal dogmatis dalam agamanya. b.Aspek Ritual/ Praktik (Religious Practice)menunjukkan seberapa jauh individu … Read more

PSIKOLOGI AGAMA-RESOLUSI KONFLIK 4

MEMAHAMI AGAMA SECARA PSIKOLOGIS DAN RELASINYA DALAM UPAYA RESOLUSI KONFLIK (4) Wira Hadikusuma Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Psikologi Agama sebagai Upaya Resolusi Konflik Agama Dalam menjawab realitas keagamaan yang ada ditengah-tengah masyarakat secara keseluruhan, maka agama memiliki wajah ganda yang dapat menjadi daya tawar dalam menyelesaikan masalah-masalah jiwa … Read more

PSIKOLOGI AGAMA-RESOLUSI KONFLIK 3

MEMAHAMI AGAMA SECARA PSIKOLOGIS DAN RELASINYA DALAM UPAYA RESOLUSI KONFLIK (3) Wira Hadikusuma Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu   OBYEK KAJIAN PSIKOLOGI AGAMA Ada beberap objek kajian psikologi agama antara lain: Psikologi Agama (Psycohology of Religion) yang objek pembahasannya, yaitu bagaimana perkembangan kpercayaan kepada tuhan dari masa anak- anak … Read more

PSIKOLOGI AGAMA-RESOLUSI KONFLIK 2

MEMAHAMI AGAMA SECARA PSIKOLOGIS DAN RELASINYA DALAM UPAYA RESOLUSI KONFLIK (2) Wira Hadikusuma Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu PENGANTAR 1.Manusia diciptakan ke muka bumi ini secara lahiriyah sebagai makhluk homo religius, yaitu bahwa manusia memiliki sifat-sifat religius. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang paling dasar ini, manusia mempunyai dorongan dan … Read more

PSIKOLOGI AGAMA- RESOLUSI KONFLIK 1

MEMAHAMI AGAMA SECARA PSIKOLOGIS DAN RELASINYA DALAM UPAYA RESOLUSI KONFLIK (1) Wira Hadikusuma Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Kota Bengkulu Email; wirahadi1986@gmail.com https://media.neliti.com/media/publications/287995-memahami-agama-secara-psikologis-dan-rel-2285f2f4.pdf ABSTRAK Agama perlu dipahami secara komprehensif. Agama memiliki dimensi damai dan agama memiliki dimensi keras atau intoleran. Keberadaan agama sangat universal, dan berhubungan … Read more

PENGHAYATAN AGAMA YANG DEWASA

Fenomenologi Agama Menuju Penghayatan Agama Yang Dewasa Pius Pandor Alumnus Fakultas Filsafat Univesitas Gregoriana Roma. Sekarang mengajar di Universitas Katolik Widya Karya, Malang https://media.neliti.com/media/publications/232237-fenomenologi-agama-menuju-penghayatan-ag-d5b9a8de.pdf ABSTRAK   Salah satu metode pendekatan dalam meneliti agama-agama adalah fenomenologi. Metode ini bertitik tolak dari fenomen-fenomen yang tampak pada kesadaran. Pengalaman penghayatan agama dalam perspektif fenomenologi berarti kita masuk dalam … Read more